Archive for Januari, 2008

28
Jan

saran bagi Muhammadiyah untuk menyikapi liberalisme Islam

Baru saja saya baca buku karya Suciati, Mempertemukan Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah (Yogyakarta: Arti Bumi Intaran, 2006). Bagian yang paling menarik di buku tersebut di mata saya adalah bagian “Penutup” yang berisi sepuluh saran bagi JIL dan Muhammadiyah. (hlm. 214-216)

Continue reading ’saran bagi Muhammadiyah untuk menyikapi liberalisme Islam’

21
Jan

mengapa warga Muhammadiyah bisa memahami sikap Gus Dur

Banyak orang, termasuk warga NU sendiri, sulit memahami sikap Gus Dur. Namun, tak sedikit warga Muhammadiyah yang justru bisa memahaminya. Mengapa?Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat kita jumpai di buku Abd. Rohim Ghazali (ed.), Gus Dur dalam Sorotan Cendekiawan Muhammadiyah (Bandung: Mizan, 1999), terutama pada artikel Imam Addaruquthni, “Membaca Sikap dan Gaya Kepemimpinan Gus Dur”, hlm. 82-89:

Continue reading ‘mengapa warga Muhammadiyah bisa memahami sikap Gus Dur’

14
Jan

aku cinta Yenny Zannuba Wahid

Selaku orang awam, aku kurang mengenal Yenny Zannuba Wahid, putri Gus Dur. Hanya sesekali aku melihat wajahnya di televisi. Namun tulisannya, “Mengaktualkan Sinergi NU-PKB” (Jawa Pos, 4 Januari 2008), membuatku jatuh cinta kepadanya.

Continue reading ‘aku cinta Yenny Zannuba Wahid’

07
Jan

Setuju PERANGI nonMuslim? (PR untuk Aktivis Parpol)

“61,4 persen setuju untuk memerangi orang nonmuslim … 20 persen setuju dengan bom Bali, dan 18 persen setuju perusakan gereja.” Demikian kabar dari Prof Dr Nur Syam Msi, “Agama dalam Spiral Kekerasan”, Jawa Pos, 5 Januari 2008.

Saya belum tahu dari mana Pak Nur Syam mendapatkan data survei tersebut. Seandainya data tersebut memang dapat dipertanggung-jawabkan, alangkah besar makna tersiratnya.

Bayangkan! Continue reading ‘Setuju PERANGI nonMuslim? (PR untuk Aktivis Parpol)’

03
Jan

Bagaimana Membuat Obyek Dakwah Senang Berubah

Mengubah sikap dan perilaku obyek dakwah mungkin sulit. Membuat mereka merasa senang pun barangkali musykil pula. Lantas, bagaimana dengan mengubah dan sekaligus membuat mereka merasa senang? Sukarkah?

Untuk contoh, marilah kita pandang para bloger sebagai obyek dakwah. Ini saya pilih sebagai contoh, mengingat bahwa pada dua atau tiga tahun belakangan ini, kita mengalami booming blog.

Continue reading ‘Bagaimana Membuat Obyek Dakwah Senang Berubah’